Kamis, 16 Oktober 2025

Tugas Mandiri 03 (E03)

 

Nama  : Hendra agus setiawan

Nim : 43125010165


Wawancara: Pandangan terhadap Identitas Nasional




Pendahuluan



Wawancara ini dilakukan oleh penulis dengan narasumber bernama Bapak Ahmad Fauzi, S.Pd., seorang guru Pendidikan Kewarganegaraan di salah satu sekolah menengah atas di kota Yogyakarta. Narasumber dipilih karena memiliki latar belakang pendidikan dan pengalaman mengajar yang erat kaitannya dengan pemahaman nilai-nilai kebangsaan dan identitas nasional. Tujuan dari wawancara ini adalah untuk memperoleh pandangan yang mendalam tentang makna, tantangan, serta peran generasi muda dalam menjaga identitas nasional di era globalisasi.



Isi



Dalam wawancara, Bapak Ahmad Fauzi menjelaskan bahwa identitas nasional merupakan “ciri khas yang membedakan bangsa Indonesia dari bangsa lain, mencakup nilai-nilai Pancasila, bahasa, budaya, sejarah perjuangan, serta rasa persatuan dan kesatuan yang tumbuh dari semangat kebangsaan.” Menurutnya, identitas nasional bukan hanya simbol seperti bendera atau lagu kebangsaan, tetapi juga mencerminkan cara berpikir, bersikap, dan berperilaku masyarakat Indonesia yang berlandaskan nilai moral dan gotong royong.


Ketika ditanya mengenai bagaimana identitas nasional tercermin dalam kehidupan sehari-hari, 

beliau mencontohkan perilaku toleransi antarumat beragama, penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, serta penghargaan terhadap keragaman budaya sebagai wujud nyata dari penerapan nilai-nilai identitas nasional. Ia juga menekankan pentingnya menjaga sopan santun, etika sosial, serta semangat gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat sebagai cerminan kepribadian bangsa.


Terkait tantangan terbesar dalam menjaga identitas nasional

menilai bahwa arus globalisasi dan kemajuan teknologi menjadi faktor yang paling berpengaruh. Banyak generasi muda yang lebih mengenal budaya luar dibandingkan budaya sendiri, sehingga dapat mengikis rasa cinta tanah air jika tidak diimbangi dengan pendidikan karakter dan wawasan kebangsaan yang kuat. Ia menambahkan bahwa media sosial sering kali menjadi arena penyebaran paham radikal, ujaran kebencian, dan disinformasi yang dapat memecah persatuan bangsa.


Dalam pandangannya, generasi muda memiliki peran sentral dalam memperkuat identitas nasional.

 Mereka adalah agen perubahan yang dapat memanfaatkan teknologi untuk memperkenalkan budaya Indonesia ke dunia, menjaga toleransi, serta menanamkan rasa bangga terhadap produk dan karya anak bangsa. Pendidikan dan keteladanan dari lingkungan keluarga dan sekolah menjadi kunci utama dalam menumbuhkan kesadaran nasionalisme di kalangan muda.



Penutup



Dari hasil wawancara, dapat disimpulkan bahwa menurut Bapak Ahmad Fauzi, identitas nasional merupakan fondasi penting dalam menjaga keutuhan bangsa di tengah tantangan globalisasi. Ia menegaskan bahwa penguatan karakter dan nilai kebangsaan perlu terus dilakukan melalui pendidikan, keteladanan, dan partisipasi aktif generasi muda.

Sebagai mahasiswa, penulis merefleksikan bahwa menjaga identitas nasional tidak hanya sebatas mengenal simbol negara, tetapi juga mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan nyata. Generasi muda harus mampu menjadi teladan dalam bertindak, berpikir kritis, dan berkontribusi positif bagi kemajuan bangsa Indonesia.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar